SUMBERMEDIA | BANDUNG — Ketua Umum KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana, menyatakan dukungannya terhadap keputusan KONI Pusat dan PB PON XXII/2028 yang menetapkan daerah penyangga dalam penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.
Dalam rapat sebelumnya, disepakati bahwa DKI Jakarta akan menjadi opsi utama daerah penyangga dan menggelar 14 cabang olahraga selama PON XXII/2028 berlangsung.
“Untuk surat resmi dari KONI Pusat memang belum ada, begitu juga ke seluruh KONI provinsi. Kami baru mendapatkan bocoran dari beberapa kawan, terutama dari Binpres KONI Jabar, bahwa Jakarta ditunjuk sebagai daerah penyangga dengan 14 cabang olahraga yang akan diselenggarakan,” ujar Budiana saat ditemui di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Selasa (3/3/2026).
Budiana menambahkan bahwa penunjukan Jakarta sebagai daerah penyangga membawa keuntungan signifikan, tidak hanya bagi DKI Jakarta, tetapi juga bagi Jawa Barat dan Banten. Salah satunya adalah efisiensi biaya dan logistik.
“Kalau dilihat dari sisi keuntungan untuk Jabar, cukup besar. Ada 14 cabang olahraga yang diselenggarakan di Jakarta, sehingga pendanaan dan pengelolaan bisa lebih efisien. Begitu juga untuk Banten, kemungkinan bisa melakukan hal yang sama,” jelasnya.
Meski begitu, Budiana menekankan bahwa dalam perjalanan menuju 2028, kemungkinan akan ada evaluasi terhadap kesiapan venue. Perubahan yang terjadi harus bersifat objektif dan bertujuan untuk kelancaran pelaksanaan PON, bukan keputusan subjektif.
“Mudah-mudahan pergeseran itu berjalan positif. Jika ada perubahan di satu atau dua venue, itu dilakukan secara objektif demi keberhasilan pelaksanaan PON,” tambah Budiana.
Saat ini, KONI Jabar dan provinsi lain masih menunggu surat resmi dari KONI Pusat. Setelah diterima, mereka akan menyesuaikan dan memantau perkembangan lebih lanjut untuk memastikan proses persiapan berjalan lancar.
Budiana menegaskan, penetapan daerah penyangga ini diharapkan dapat memperlancar proses pelaksanaan PON XXII/2028, sekaligus menciptakan kompetisi yang sehat dan fair bagi semua peserta.
“Harapannya semua peserta dan daerah dapat berkompetisi secara transparan demi keberhasilan acara nasional ini,” pungkasnya.
