SUMBERMEDIA | JAKARTA– Pemerintah memastikan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal siap digelar dengan pengamanan dan persiapan maksimal. Seluruh detail teknis kini dimatangkan jelang hari H, Sabtu, 21 Maret 2026.

Melalui Kementerian Agama, rapat koordinasi terakhir digelar untuk memastikan momen ibadah terbesar umat Islam ini berjalan tertib, aman, dan khidmat.

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden dan Wakil Presiden RI menjadi perhatian utama dalam persiapan tahun ini.

“Seluruh aspek kami siapkan secara maksimal, mulai dari pengamanan, protokol, hingga kenyamanan jemaah,” ujarnya.

Salat Id akan dimulai pukul 07.00 WIB dengan mengusung tema “Kemenangan Idulfitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan.”

Karena merupakan agenda kenegaraan, pengamanan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan TNI, Polri, hingga Pasukan Pengamanan Presiden.

Plt Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam, Ali Sibromalisi, menyebut pengaturan alur jemaah menjadi fokus utama.

“Mulai dari pintu masuk, penempatan saf, hingga arus kedatangan sudah kami siapkan detail agar tetap tertib dan nyaman,” jelasnya.

Tak hanya pengamanan, kesiapan teknis juga mencakup dukungan lintas sektor, mulai dari listrik, transportasi, hingga pemadam kebakaran.

Menariknya, pelaksanaan Salat Id ini juga akan disiarkan secara nasional melalui TVRI dan RRI agar bisa diikuti masyarakat di seluruh Indonesia.

Dengan kapasitas besar dan status sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal kembali menjadi pusat perayaan Idulfitri nasional.

Pemerintah berharap pelaksanaan Salat Id tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan umat.