SUMBERMEDIA | JAKARTA – Kabar baik untuk masyarakat yang ingin liburan saat Lebaran 2026. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyiapkan berbagai paket wisata menarik, sekaligus mendorong penurunan harga tiket pesawat agar perjalanan makin terjangkau.
Langkah ini dilakukan seiring lonjakan mobilitas masyarakat saat Idulfitri yang selalu menjadi puncak pergerakan wisatawan di Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengkurasi berbagai paket wisata bekerja sama dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata.
Paket ini dirancang khusus untuk memudahkan masyarakat menikmati liburan, terutama bagi pengguna transportasi udara.
“Kami ingin momentum ini mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM di daerah wisata,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan perjalanan saat Lebaran bukan hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata dan usaha lokal.
Mulai dari kuliner, penginapan, hingga destinasi wisata diprediksi akan merasakan efek positif dari meningkatnya jumlah wisatawan domestik.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk menekan harga tiket pesawat agar lebih ramah di kantong.
Deputi Konektivitas Kemenko Infrastruktur, Odo Manuhutu, menyebut berbagai insentif telah disiapkan, mulai dari diskon layanan bandara, potongan avtur, hingga penyesuaian biaya operasional maskapai.
Targetnya, harga tiket pesawat bisa turun hingga 17–18 persen selama periode Lebaran.
Pemerintah juga menyoroti peran agen perjalanan online (OTA) agar memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, terutama terkait harga tiket dan paket wisata.
Langkah ini penting agar tidak terjadi kebingungan atau lonjakan harga yang merugikan konsumen.
Selain itu, pemerintah kembali mendorong kampanye wisata domestik. Masyarakat diajak menjelajahi destinasi dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata nasional.
Dengan banyaknya pilihan paket wisata dan harga tiket yang lebih terjangkau, libur Lebaran tahun ini diprediksi akan semakin ramai dan berdampak besar pada ekonomi daerah.
